Tuesday, March 1, 2011

: : aku juga WANITA : :


wanita akan menangis:

Apabila ditinggalkan kekasihnya.....Wanita itu menangis krn cintanya telah didusta. dia menangis krn hati kekasihnya telah berubah...dia menangis krn cintanya yg ikhlas telah dipermainkan....




Apabila suaminya dilanda musibah....Wanita itu menangis didalam hatinya. tidak didepan suaminya krn hatinya pilu melihat kemurungan suami dan hatinya luka melihat suaminya perlu bekerja keras demi keluarga....



Apabila ibu dan ayahnya menyambut panggilan Ilahi..... Semua wanita akn mengalirkan air mata mereka. bukan sehari, bukan seminggu, bukan sebulan, malah bertahun lamanya... ibu dan ayh merupakan hubungan istimewa yg Allah ciptakan...



Apabila dirinya di ijab dan kabul...Wanita itu menangis kerana dirinya akn meninggalkan ibu bapanya. Dia menangis kerana dirinya akn diserahkan kepada lelaki yg dicintainya. Dan masa depannya pula belum diketahuinya lagi...

 
air mata itu:
 
Air mata kekuatan, untuk melahirkan bayi dari rahimnya. Airmata kehangatan bagi bayi dalam dakapan lembutnya. Airmata yang peka dan kasih untuk mencintai dan merawat semua anak dan keluarga, dalam kaadaan apapun, dan dalam situasi bagaimanapun. Walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa mengeluh. Padahal tak jarang orang-orang yang dicintai itu menyakiti perasaan dan melukai hatinya.




Air mata ketabahan, atas kesedarhanaan hidup namun tak membuatnya terasing dalam pergaulan. Apalagi sampai mengurangi husnuzhannya terhadap Allah. Airmata ketegaran, saat rumah tangga melewati masa-masa pancaroba, atau hampir karam oleh badai cubaan. Seperti tangisan bahagia Khansa’ atas wafatnya suami dan tiga putera tercinta di medan jihad, syahid demi membela kekasih sejati: Muhammad SAW. Itulah airmata keperkasaan, pantang menyerah saat melalui masa-masa sulit. Kesusahan dan ujian itu membentuk kepribadian yang kuat dan teguh.



Air mata kesucian, sebagaimana tangisan Aisyah ra ketika dituduh berselingkuh oleh kaum munafik. Sehingga menimbulkan percakapan negatif dikalangan umat Islam bahkan Rasul pun hampir terpengaruh. Tapi Allah maha tahu. Airmata kesucian itu dikukuhkan kebenarannya oleh al-Qur’an.



Air mata yang bersumber dari mata air kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal-hal yang mengusik hati nurani. Tangisannya bukan karena kelemahan tapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki. Wanita berfikir dengan hati dan merasa dengan fikirannya....

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...